Jadwal Kegiatan

<< Maret 2015 >> 
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
        1
  2  3  4  5  6  7  8
  9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     

Pilih Artikel

Statistik


Kunjungan hari ini:18
Kunjungan kemarin:52
Kunjungan bulan ini:341
Kunjungan bulan lalu:1462
Kunjungan tahun ini:3757
Kunjungan total79369
Jadwal : Klik tanggal yang ditandai pada kalender JADWAL KEGIATAN di sebelah kiri
Salam PDF Cetak E-mail
Bahasa Arab - Bahasa Arab Umum
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Selasa, 24 Februari 2015 05:47

Amal solih "Assalamu 'alaikum"
Dijawab dengan tersenyum
Tidak perlu mencium
Doa saya "Bismillahi tawakkalnaa
'Alaa Alloohi laa chaula walaa quwwata
Illaa billaahi"
Semoga juga menjadi
Doa kalian yaa ikhwati

Wabakdu semangatlah
"Ishbiruu" dalam bahawa Arobiyyah
Kalau "Ishbiruu" hanya boleh diartikan
"Sabarlah kalian"
Lalau bagaimana mengartikan Firman Tuhan 
"Afrigh 'alainaa shobron?"
Padalah saat itu mereka yang berdoa
Ingin dimenangkan oleh Taala?

 
PS 56: Membebaskan Syam PDF Cetak E-mail
Kisah Islam - Kholid Bin Walid
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Kamis, 12 Februari 2015 07:35

 

Cerbung (Cerita Bersambung)

Khalid Pedang Allah

 

Surat Perjanjian Damai

 


Di pagi yang mencekam bagi penduduk Damaskus itu, serangan kaum Muslimiin lebih ganas lagi. Khalid telah perintah agar tiap-tiap komandan melancarkan serangan dari tempat mereka.

Abu Ubaidah menaiki kuda untuk memulai serangan. Perang yang berkecamuk dahsyat membuat penduduk Damaskus makin ketakutan. Jumlah korban perang dari mereka makin banyak.

 

Pada Khalid, penduduk Damaskus minta, “Tunggu sebentar!.” Namun Khalid bersikeras, melancarkan serangan dari luar benteng dengan ganas sekali. Jantung penduduk Damaskus berdebar-debar ketakutan.

Pengepungan yang berlangsung lama, membuat penduduk Damaskus makin cemas. Mereka menunggu ‘surat’ jawaban dari raja.

 

Di tengah kota, penduduk Damaskus berkumpul banyak sekali, bagaikan lautan. Dari mereka, tak ada seorang pun berwajah cerah. Bahkan bayi-bayi yang menyusu pun kelihatan tau keadaan. Mereka sama menangis. Anak-anak kecil yang biasanya bermain-main bersuka-ria pun, tak ada lagi. Para tokoh mereka berbicara, “Kita sudah tidak mampu bersabar yang terlalu lama. Kalau kita lawan, pasti kita juga akan kalah. Tapi kalau mereka kita biarkan, kita juga akan kesulitan, karena dikepung terus. Sebaiknya kita berdamai dengan mereka saja, meskipun harus menuruti permintaan mereka.”

 

Itu merupakan bukti bahwa ‘yang tadinya berjaya’, akhirnya akan tumbang.

Penduduk Damaskus tadinya terlalu percaya diri, karena pertahanan mereka memang benar-benar sangat kuat. Bahkan sepanjang sejarah ‘belum pernah’ ada raja yang bisa memasuki, untuk menyerang mereka.

 

Lelaki bermata rabun yang rajin membaca kitab kuno, berbicara, “Hai kaumku! Saya tahu pasti bahwa meskipun ‘Raja Hiraqla datang kemari’ membawa pasukan elit dan lainnya, tetap juga kita akan kalah. Karena saya telah membaca kitab:

Nabi mereka bernama Muhammad SAW, terakhirnya para rasul. Agama dia akan mengalahkan semua agama.

Ikuti saja kemauan mereka! Dan berilah apa yang mereka minta! Itu justru akan lebih baik.”

 

Mereka mengerumuni untuk mendengarkan perkataan lelaki tua itu. Karena tahu bahwa dia memang orang alim yang mengetahui apa saja. Bahkan tahu mengenai Malchamah[1]

 

Beberapa orang bertanya, “Lalu sebaiknya bagaimana? Komandan mereka yang berada di dekat Pintu Gerbang Timur, sangat kejam, tak mengenal ampun.”

Dia menjawab, “Yang lebih tepat, kalian berembuk dengan komandan yang di dekat pintu gerbang Jabiyah. Perintahlah lelaki yang bisa berbahasa Arab, agar mendatangi mereka, dan berteriak sekeras-kerasnya ‘hai bangsa Arab, kita damai, saya ingin bertemu kalian. Saya ingin berbicara dengan pimpinan kalian’.”

 

Menurut Abu Hurairah, “Saat itu Abu Ubaidah telah perintah sejumlah lelaki, agar berjaga di dekat pintu gerbang, karena khawatir diserang seperti sebelumnya. Jadwal giliran jaga malam saat itu kami Bani Daus, di bawah pimpinan Amir bin Thufail Ad-Dausi. Pada waktu kami sedang duduk berjaga, beberapa orang berteriak. Kami segera melaporkan kejadian itu pada Abi Ubaidah komandan kami, yang kedudukannya lebih inggi daripada Amir bin Thufail Ad-Dausi, mengenai ‘seorang Romawi’ yang ingin bertemu Abi Ubaidah, untuk perundingan damai.

Dengan berbahagaia, Abu Ubaidah RA berkata ‘kabulkanlah permintaannya! Katakanpermohonan damai kalian dikabulkan!’.”  

 

Abu Hurairah melanjutkan kisah, “Mereka saya datangi, dan saya beri tahu ‘permohonan damai kalian dikabulkan’.”

Mereka bertanya, “Kau siapa? Dan apa kira-kira kalian takkan berkhianat yang justru akan membahayakan kami?.”

“Saya Abu Hurairah sahabat Rasulillah SAW. Di waktu masih jahiliyyah dulu, kalau kami menyatakan damai, maka takkan berkhianat. Bagaimana mungkin kami akan berkhianat? Padahal Allah telah memberi kami hidayah agama Islam?.”

 

Rombongan pasukan Romawi Timur turun dari kuda, untuk mendekati dan membuka pintu gerbang. Ternyata di dalamnya ada 100 orang, yang terdiri dari pejabat tinggi dan ulama Nashrani. Mereka keluar dan mendekati laskar Abi Ubaidah yang telah mengabulkan permohonan damai. Abu Ubaidah juga berjalan mendekat kearah mereka.

Mereka menyingkirkan Salib-Salib yang mereka bawa, dan berkumpul menuju tenda Abu Ubaidah, yang memberi ucapan selamat dan mempersilahkan duduk pada mereka. Lalu berkata, “Sungguh Muhammad Nabi kami SAW pernah bersabda ‘jika tokoh kaum datang padamu maka muliakanlah! Dan berbicaralah mengenai perdamaian.” 

Mereka berkata, “Kami mohon biarkanlah Gereja-Gereja kami, di kota Damaskus. Jangan ada satu pun, yang dihancurkan.”

Abu Ubaidah menjawab, “Takkan ada perintah menghancurkan Gereja.”

 

Jumlah Gereja besar di Damaskus cukup banyak:

1.     Gereja Maria.

2.     Gereja China.

3.     Gereja Pasar-Malam.

4.     Dan Gereja Andar. Yang kemudian di sebelahnya, ditempati oleh Abdur Rohman. [2]

 

Abu Ubaidah menulis ‘Surat Perjanjian Damai’ permintaan mereka, namun tidak menyebutkan namanya, dan tidak menunjuk saksi. Karena dia bukan Amirul mu’miniin.

 

 

 

 

In syaa Allah bersambung.



[1] Perang akbar.

[2] فتوح الشام (1/ 72)

 وكان في دمشق كنائس واحدة تسمى كنيسة مريم وكنيسة حنا وكنيسة سوق الليل وكنيسة انذار وهي عند دار عبد الرحمن.

 

 
Doa Al-Mukmin Maqbul PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Qur'an & Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Senin, 02 Februari 2015 07:20

 

Allah berfirman, “Berdoalah padaKu! Akan Aku kabulkan untuk kalian. Sungguh kaum yang sombong dari menyembah (berdoa) padaKu, akan masuk ke neraka Jahannam, dengan hina.” (Qs Al-Ghofir 60). [1]

 

Nabi SAW bersabda, “Di hari Kiamat, Allah akan memanggil orang iman, hingga menyuruh berhenti di hadapanNya.

Lalu berfirman ‘HambaKu, Aku pernah perintah agar kau berdoa padaKu. Dan pernah berjani akan mengabulkan padamu’. Bukankah kau ‘pernah berdoa padaKu?’.

Dia menjawab ‘betul, ya Tuhanku’.

Allah berfirman ‘Ketahuilah, semua doamu dulu, telah Aku kabulkan. Bukankah kau pernah berdoa begini dan begini? Karena dilanda kesulitan? Kenyataannya Aku telah menolong kau kan?’.

Dia menjawab ‘betul, ya Tuhanku’.

Allah bertanya ‘berarti pengabulan (doa itu) telah saya percepat, di dunia, kan?’. Di hari anu, kau juga pernah berdoa padaKu, karena kau tertimpa kesulitan. Agar Aku menolong. Namun kau belum melihat ‘Pengabulan (doa yang diharapkan)?’.

Dia menjawab ‘betul, ya Tuhanku’.

Allah berfirman ‘pengabulannya Aku simpan untukmu, di surga, seperti ini dan seperti ini’.”

 

Rasulallah SAW bersabda, “Doa orang iman yang pernah disampaikan, oleh Allah, dijelaskan semuanya. Ada yang dipercepat pengabulannya di dunia, ada yang disimpan di akhirat. Melihat maqom (kenyataan) yang ada, akan ada orang iman berkata ‘betapa bahagianya, jika doanya tidak ada yang dipercepat pengabulannya, di dunya’.”

Hadits ini dimufrodkan (disendirikan) oleh Al-Fadhl bin Isa Arraqasyi, dari Muhammad bin Al-Munkadir. Kedudukan Al-Fadhl bin Isa di kalangan ahli Hadits, “Tidak tertuduh sebagai pemalsu Hadits.” [2]

 


[1] {ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ } [غافر: 60].

[2] المستدرك على الصحيحين للحاكم (1/ 671)

1819 - أَخْبَرَنِي أَبُو سَعِيدٍ أَحْمَدُ بْنُ يَعْقُوبَ، وَأَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى الْعَدْلُ، قَالَا: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَيُّوبَ، ثنا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ، ثنا أَبُو عَاصِمٍ الْعَبَّادَانِيُّ، عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عِيسَى، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " يَدْعُو اللَّهُ بِالْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُوقِفَهُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيَقُولُ: عَبْدِي إِنِّي أَمَرْتُكَ أَنْ تَدْعُونَي وَوَعَدْتُكَ أَنْ أَسْتَجِيبَ لَكَ، فَهَلْ كُنْتَ تَدْعُونِي؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: أَمَا إِنَّكَ لَمْ تَدْعُنِي بِدَعْوَةٍ إِلَّا اسْتَجَبْتُ لَكَ، فَهَلْ لَيْسَ دَعَوْتَنِي يَوْمَ كَذَا وَكَذَا لِغَمٍّ نَزَلَ بِكَ أَنْ أُفَرِّجَ عَنْكَ فَفَرَّجْتُ عَنْكَ؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: فَإِنِّي عَجَّلْتُهَا لَكَ فِي الدُّنْيَا، وَدَعَوْتَنِي يَوْمَ كَذَا وَكَذَا لِغَمٍّ نَزَلَ بِكَ أَنْ أُفَرِّجَ عَنْكَ، فَلَمْ تَرَ فَرَجًا؟ قَالَ: نَعَمْ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ إِنِّي ادَّخَرْتُ لَكَ بِهَا فِي الْجَنَّةِ كَذَا وَكَذَا ". قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " فَلَا يَدَعُ اللَّهُ دَعْوَةً دَعَا بِهَا عَبْدُهُ الْمُؤْمِنُ إِلَّا بَيَّنَ لَهُ إِمَّا أَنْ يَكُونَ عُجِّلَ لَهُ فِي الدُّنْيَا، وَإِمَّا أَنْ يَكُونَ ادُّخِرَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ، قَالَ: فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ فِي ذَلِكَ الْمَقَامِ يَا لَيْتَهُ لَمْ يَكُنْ عُجِّلَ لَهُ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ «هَذَا حَدِيثٌ تَفَرَّدَ بِالْفَضْلِ بْنِ عِيسَى الرَّقَاشِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، وَمَحَلُّ الْفَضْلِ بْنِ عِيسَى مَحَلُّ مَنْ لَا يُتَوَهَّمُ بِالْوَضْعِ».

 

 

 
Fasilitas Kaum Mujahid (Pejuang) PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Kamis, 29 Januari 2015 11:08

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman pada Allah dan RasulNya, menegakkan sholat, dan puasa Romadhon, maka Allah mewajibkan diri ‘memasukkan dia pada surga’. Dia telah berjihad di Jalan Allah, atau duduk di tanah kelahirannya.”

Mereka berkata, “Ya Rasulallah, bolehkah kami memberitakan ini pada manusia?.”

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh di dalam surga, ada seratus derajat, yang semuanya dipersiapkan oleh Allah, khusus untuk kaum Mujahid (Pejuang). Jarak di antara dua derajat, bagaikan langit dan bumi. Maka jika kalian minta pada Allah, mintalah surga Firdaus. Sungguh dia lebih tengah dan lebih tingginya surga. Di atasnya, Arasy Rohman. Dari Firdaus, mengalir sungai-sungai surga.” [1]

 


[1] صحيح البخاري (4/ 16)

2790 - حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ، وَأَقَامَ الصَّلاَةَ، وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الجَنَّةَ، جَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا» ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَلاَ نُبَشِّرُ النَّاسَ؟ قَالَ: «إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ، فَاسْأَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ وَأَعْلَى الجَنَّةِ - أُرَاهُ - فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ» قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ، عَنْ أَبِيهِ: وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ

__________

 

[تعليق مصطفى البغا]

2637 (3/1028) -[ش (الفردوس) هو البستان الذي يجمع ما في البساتين كلها من شجر وزهر ونبات. (أوسط الجنة) أفضلها وخيرها. (أراه) أظنه وهذا من كلام يحيى بن صالح شيخ البخاري أي أظنه قال (فوقه. .) (تفجر) تنشق]

[6987].

 

 
Arti Robb PDF Cetak E-mail
Bahasa Arab - Bahasa Arab Umum
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Kamis, 29 Januari 2015 07:59

Dalam kamus bahasa Arab bernama Lisanul-‘Arob, dijelaskan mengenai arti Robb:

لسان العرب (1/ 399)

ربب: الرَّبُّ: هُوَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، هُوَ رَبُّ كلِّ شيءٍ أَي مالكُه، وَلَهُ الرُّبوبيَّة عَلَى جَمِيعِ الخَلْق، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَهُوَ رَبُّ الأَرْبابِ، ومالِكُ المُلوكِ والأَمْلاكِ. وَلَا يُقَالُ الربُّ فِي غَيرِ اللهِ، إِلّا بالإِضافةِ، قَالَ: وَيُقَالُ الرَّبُّ، بالأَلِف وَاللَّامِ، لغيرِ اللهِ؛ وَقَدْ قَالُوهُ فِي الجاهلية للمَلِكِ؛ قَالَ الْحَرِثُ بْنُ حِلِّزة:

وَهُوَ الرَّبُّ، والشَّهِيدُ عَلى يَوْمِ ... الحِيارَيْنِ، والبَلاءُ بَلاءُ.

 

Artinya:

Robaba: Arrobbu: Allah ‘azza wajalla, Dia Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Dia berhak merumat semua makhluq. Tiada sekutu bagiNya. Dia Tuhan segala yang dianggap Tuhan. Raja segala raja dan semua penguasa. Istilah, “Robb” Tidak boleh dipergunakan pada selain Allah. Kecuali jika diidhofahkan (disandarkan, seperti ‘robbahuu, atau robbul-bait’). Ada yang berkata, “Arrobbu (الرَّبُّ)” Dengan huruf alif dan lam, bisa dipergunakan sebagai istilah untuk selain Allah. Sungguh kaum Jahiliyyah pernah mempergunakan istilah ini untuk seorang raja. Istilah ini berada di dalam potongan syair, karya Al-Harits bin Hillazah:

وَهُوَ الرَّبُّ، والشَّهِيدُ عَلى يَوْمِ ... الحِيارَيْنِ، والبَلاءُ بَلاءُ.

Dia Raja dan saksi dalam peristiwa Yaumil-Hiyaroin. Dan balak tersebut adalah balak (yang sesungguhnya). 

 
« MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Latest News

Popular


Diperkuat dengan Joomla!. Designed by: joomla themes movie stars Valid XHTML and CSS.