Jadwal Kegiatan

<< Januari 2015 >> 
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
     1  2  3  4
  5  6  7  8  91011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Pilih Artikel

Statistik


Kunjungan hari ini:3
Kunjungan kemarin:45
Kunjungan bulan ini:1569
Kunjungan bulan lalu:2042
Kunjungan tahun ini:1569
Kunjungan total77181
Jadwal : Klik tanggal yang ditandai pada kalender JADWAL KEGIATAN di sebelah kiri
Kodar untuk Kaum Israil PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Qur'an
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Jumat, 23 Januari 2015 14:12

Dalam Al-Kitab, Kami telah memberitakan pada Bani Israil, “Niscaya kalian:

1.     Benar-benar akan membuat kerusakan di bumi, dua kali.

2.     Dan niscaya kalian akan melakukan arogan yang sangat besar. [1]

1.     Maka apabila awal duanya telah datang, Kami mengirim Hamba-Hamba milik Kami yang berbahaya sangat dahsat, atas kalian. Mereka menjelajah pada tiap-tiap perkampungan. Dan janji itu telah dilakukan. [2] Lalu ulangan (nasib baik) Kami kembalikan untuk kalian, mengalahkan mereka. Kami juga membantu kalian dengan harta-harta dan anak-anak. Bahkan Kami kalian lebih banyak golongannya. [3]

2.     Jika kalian telah melakukan kebaikan, maka telah melakukan kebaikan untuk diri-diri kalian. Jika kalian telah melakukan kejelekan, juga (berat) atas diri-diri (kalian). Jika janji akhir telah datang, mereka akan membuat jelek wajah-wajah kalian. Akan masuk Masjid, sebagaimana di awal kali perah memasuki. Dan akan merusak kearoganan mereka dengan benar-benar rusak.

 

Semoga Tuhan kalian menyayang kalian. Namun jika kalian (nanti) telah mengulangi, Kami juga mengulangi. Bahkan Kami telah menjadikan Jahannam sebagai hamparan khusus kaum kafir.” [4]

Mengenai Janji awal dari Allah untuk mereka, banyak riwayat yang dicatat oleh Ibnu Katsir di dalam kitabnya. Namun yang dipilih dan dinilai shohih dan mashur, hanya ini:

Said bin Al-Musayyab berkata, “Raja Bukhtunashar menduduki kota Syam. Lalu merobohkan Baitul-Maqdis dan membantai penduduknya. Lalu pergi ke kota Damaskus yang di dalamnya ada darah meluap dari wadah.

Pada mereka dia bertanya ‘ini darah apa?’.

Mereka menjawab ‘darah ini ada sejak kakek-kakek kami’.

Tiap berhasil membuat darah surut dari wadahnya, dia berhasil mengalahkan mereka. Setelah jumlah kaum Muslim dan non Muslim yang terbunuh, 70.000 mayat; darah berhenti meluap.”

 

Para tokoh dan Ulama Bani Israil juga dibantai oleh Bukhtunashar. Semua yang hafal kitab Taurat dibunuh. Keturunan para nabi dan lainnya yang masih anak-anak, ditawan, dan seterusnya. [5]

 

Kisah lengkapnya, silahkan diklik http://mulya-abadi.blogspot.com/2011/03/bukhtunashar-nebukadnezar-by-kh.html.

 

Mengenai ‘Janji Allah’ yang kedua, Qatadah menjelaskan, “Sungguh Bani Israil telah mengulangi kemaksiatan. Maka Allah memberi kekuasaan kaum ini, yaki Muhammad SAW dan para sahabatnya, untuk mengalahkan mereka. Mereka dipaksa membayar pajak, dalam keadaan hina. [6]

 

Catatan: Uraian yang akhirnya dicela atau dinyatakan ghorib, oleh Ibnu Katsir, maka tinggalkan. Yang dinyatakan shohih atau tidak dinilai ghorib, oleh Ibnu Katsir, “Tulisan ini.”

 


[1] {وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا} [الإسراء: 4].

[2] { فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا} [الإسراء: 5].

[3] {ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا} [الإسراء: 6].

[4] {عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا} [الإسراء: 8].

[5] تفسير ابن كثير (5/ 48)

وَقَدْ رَوَى ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ: سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُ: ظَهَرَ بُختنَصَّر عَلَى الشَّامِ، فَخَرَّبَ بَيْتَ الْمَقْدِسِ وَقَتَلَهُمْ، ثُمَّ أَتَى دِمَشْقَ فَوَجَدَ بِهَا دَمًا يَغْلِي عَلَى كِبًا، فَسَأَلَهُمْ: مَا هَذَا الدَّمُ؟ فَقَالُوا أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذَا، وَكُلَّمَا ظَهَرَ عَلَيْهِ الْكِبَا ظَهَرَ. قَالَ: فَقَتَلَ عَلَى ذَلِكَ الدَّمِ سَبْعِينَ أَلْفًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَغَيْرِهِمْ، فَسَكَنَ) .

وَهَذَا صَحِيحٌ إِلَى سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، وَهَذَا هُوَ الْمَشْهُورُ، وَأَنَّهُ قَتَلَ أَشْرَافَهُمْ وَعُلَمَاءَهُمْ، حَتَّى إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مَنْ يَحْفَظُ التَّوْرَاةَ، وَأَخَذَ مَعَهُ خَلْقًا مِنْهُمْ أَسْرَى مِنْ أَبْنَاءِ الْأَنْبِيَاءِ وَغَيْرِهِمْ، وَجَرَتْ أُمُورٌ وَكَوَائِنُ يَطُولُ ذِكْرُهَا. وَلَوْ وَجَدْنَا مَا هُوَ صَحِيحٌ أَوْ مَا يُقَارِبُهُ، لَجَازَ كِتَابَتُهُ وَرِوَايَتُهُ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.

[6] تفسير ابن كثير (5/ 48)

وَقَالَ قَتَادَةُ: قَدْ عَادَ بَنُو إِسْرَائِيلَ، فَسَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ هَذَا الْحَيَّ، مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ، يَأْخُذُونَ مِنْهُمُ الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ.

 

 
Fak Litartib PDF Cetak E-mail
Bahasa Arab - Bahasa Arab Umum
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Kamis, 22 Januari 2015 20:30

Sebetulnya huruf fak’ yang sering diartikan ‘maka’, terkadang harus diartikan ‘lalu’. Namanya, “Fak litartib.” Artinya untuk menjelaskan kejadian atau perbuatan yang berurutan.

Contoh kalimat, “Al-Awwala fal-awwala. Yang awal lalu yang awal berikutnya:

صحيح البخاري (2/ 12)

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ يَوْمُ الجُمُعَةِ وَقَفَتِ المَلاَئِكَةُ عَلَى بَابِ المَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الأَوَّلَ فَالأَوَّلَ، وَمَثَلُ المُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً، ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً، ثُمَّ كَبْشًا، ثُمَّ دَجَاجَةً، ثُمَّ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ، وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ».

Nabi SAW bersabda, “Apabila hari Jumat, para malaikat berhenti di pintu Masjid, menulis yang datang Al-Awwal fal-awwal (yang awal lalu yang awal berikutnya). Gambaran:

1.     Orang yang datang meruput, seperti orang yang berqurban unta.

2.     Lalu seperti yang berqurban sapi.

3.     Lalu (seperti yang berqurban) kambing.

4.     Lalu (seperti yang berqurban) ayam.

5.     Lalu (seperti yang berqurban) telur.

Jika Imam telah muncul; mereka menutup buku (catatan) mereka. Dan mendengarkan peringatan (khotbah).” [1] [2]



[1] صحيح البخاري (2/ 11)

929 - حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الأَغَرِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ [ص:12]، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ يَوْمُ الجُمُعَةِ وَقَفَتِ المَلاَئِكَةُ عَلَى بَابِ المَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الأَوَّلَ فَالأَوَّلَ، وَمَثَلُ المُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً، ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً، ثُمَّ كَبْشًا، ثُمَّ دَجَاجَةً، ثُمَّ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ، وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ»

__________

 

[تعليق مصطفى البغا]

887 (1/314) -[ش (المهجر) المبكر إلى المسجد. (يهدي) يقرب إلى الله تعالى]

[ر 841].

[2] شرح القسطلاني = إرشاد الساري لشرح صحيح البخاري (5/ 269)

(الأوّل فالأوّل) الفاء لترتيب النزول من الأعلى إلى الأدنى وللتعاقب الذي ينتهي إلى أعداد كثيرة.

 

 
Jadikan Allah Sebagai Sponsor PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Rabu, 21 Januari 2015 15:33

Sungguh Rasulullah SAW pernah menjelaskan, “Lelaki dari Bani Israil, yang hutang 1000 dinar pada sebagian Bani Israil.

Orang kaya itu menjawab ‘datangakan beberapa saksi pada saya! Akan saya suruh menyaksikan’.

Dia menjawab ‘cukuplah Allah sebagai saksi’.

Orang kaya perintah ‘datangkan sponsor (kafil) padaku!’.

Dia menjawab ‘cukuplah Allah sebagai sponsor (kafil)’.

Orang kaya membenarkan, ‘kau benar’. Lalu menyerahkan uang dengan syarat dikembalika pada waktu yang ditentukan.

 

Dia keluar dari rumah menuju laut, untuk menyelesaikan pekerjaan. Lalu mencari kendaraan yang akan berlayar menuju orang kaya. Karena hari itu tempo ‘pelunasan hutang’ telah tiba. Karena perahu yang dicari tidak datang, maka dia mengambil kayu untuk dilobangi. Uang 1000 dinar dan ‘surat yang dialamatkan pada sahabat’ yang telah memberi hutang, dimasukkan ke dalamnya. Lalu lobangnya (ditutup dan) dipaku.

Dia datang ke laut, membawa kayunya, untuk berdoa:

1.     ‘Ya Allah! Sungguh Kau tahu bahwa saya telah berhutang 1000 dinar, pada fulan. Saat dia minta sponsor (kafil), saya menjawab Allah cukup sebagai sponsor (kafil). Saat itu dia ridho, Kau sebagai sponsor (kafil).

2.     Saat dia minta agar saya mendatangkan saksi, saya menjawab cukup Allah sebagai saksi. Saat itu dia ridho pada PersaksianMu. Sungguh saya telah mencari kendaraan untuk mengantar hak miliknya, namun saya tak menemukan. Sungguh saya menitipkan uang ini padaMu’.

Dia melemparkan hingga kayu itu masuk ke laut, lalu pulang. Namun dia tetap berusaha mencari perahu yang akan membawa menuju sahabatnya.

Orang yang telah meminjami uang, keluar rumah untuk menunggu perahu yang akan mengantar uangnya. Ternyata yang meuncul kayu berisi uangnya. Kayu diambil untuk keluarganya. Setelah dibelah, di dalamnya ada uang dan surat.

Ternyata orang yang hutang datang, membawa uang 1000 dinar. Untuk bersumpah ‘demi Allah, saya benar-benar telah berusaha mencari perahu, untuk melunasi uang milikmu. Namun tidak saya temukan perahu yang saya maksud, sebelum yang membawa saya ini’.

Orang kaya menjawab ‘bukankah telah kau kirimkan pada saya, melalui sesuatu?’.

Dia menjawab ‘apa di dalamnya? Saya menjelaskan bahwa, tidak saya jumpai perahu yang datang kemari? Sebelum yang membawa saya ini?’.

Orang kaya menjawab ‘sungguh Allah telah mendatangkan uang yang kau kirimkan melalui kayu. 1000 dinar ini, bawalah pulang! Dengan ini perbuatanmu telah benar!’.” [1]

 


[1] صحيح البخاري (3/ 95)

2291 - قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: وَقَالَ اللَّيْثُ: حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ رَبِيعَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَنَّهُ ذَكَرَ رَجُلًا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ، سَأَلَ بَعْضَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يُسْلِفَهُ أَلْفَ دِينَارٍ، فَقَالَ: ائْتِنِي بِالشُّهَدَاءِ أُشْهِدُهُمْ، فَقَالَ: كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا، قَالَ: فَأْتِنِي بِالكَفِيلِ، قَالَ: كَفَى بِاللَّهِ كَفِيلًا، قَالَ: صَدَقْتَ، فَدَفَعَهَا إِلَيْهِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى، فَخَرَجَ فِي البَحْرِ فَقَضَى حَاجَتَهُ، ثُمَّ التَمَسَ مَرْكَبًا يَرْكَبُهَا يَقْدَمُ عَلَيْهِ لِلْأَجَلِ الَّذِي أَجَّلَهُ، فَلَمْ يَجِدْ مَرْكَبًا، فَأَخَذَ خَشَبَةً فَنَقَرَهَا، فَأَدْخَلَ فِيهَا أَلْفَ دِينَارٍ وَصَحِيفَةً مِنْهُ إِلَى صَاحِبِهِ، ثُمَّ زَجَّجَ مَوْضِعَهَا، ثُمَّ أَتَى بِهَا إِلَى البَحْرِ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنِّي كُنْتُ تَسَلَّفْتُ فُلاَنًا أَلْفَ دِينَارٍ، فَسَأَلَنِي كَفِيلاَ، فَقُلْتُ: كَفَى بِاللَّهِ كَفِيلًا، فَرَضِيَ بِكَ، وَسَأَلَنِي شَهِيدًا، فَقُلْتُ: كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا، فَرَضِيَ بِكَ، وَأَنِّي جَهَدْتُ أَنْ أَجِدَ مَرْكَبًا أَبْعَثُ إِلَيْهِ الَّذِي لَهُ فَلَمْ أَقْدِرْ، وَإِنِّي أَسْتَوْدِعُكَهَا، فَرَمَى بِهَا فِي البَحْرِ حَتَّى وَلَجَتْ فِيهِ، ثُمَّ انْصَرَفَ وَهُوَ فِي ذَلِكَ يَلْتَمِسُ مَرْكَبًا يَخْرُجُ إِلَى بَلَدِهِ، فَخَرَجَ الرَّجُلُ الَّذِي كَانَ أَسْلَفَهُ، يَنْظُرُ لَعَلَّ مَرْكَبًا قَدْ جَاءَ بِمَالِهِ، فَإِذَا بِالخَشَبَةِ الَّتِي فِيهَا المَالُ، فَأَخَذَهَا لِأَهْلِهِ حَطَبًا، فَلَمَّا نَشَرَهَا وَجَدَ المَالَ وَالصَّحِيفَةَ، ثُمَّ قَدِمَ الَّذِي كَانَ أَسْلَفَهُ، فَأَتَى بِالأَلْفِ دِينَارٍ، فَقَالَ: وَاللَّهِ مَا زِلْتُ جَاهِدًا فِي طَلَبِ مَرْكَبٍ لِآتِيَكَ بِمَالِكَ، فَمَا وَجَدْتُ مَرْكَبًا قَبْلَ الَّذِي أَتَيْتُ فِيهِ، قَالَ: هَلْ كُنْتَ بَعَثْتَ إِلَيَّ بِشَيْءٍ؟ قَالَ: أُخْبِرُكَ أَنِّي لَمْ أَجِدْ مَرْكَبًا قَبْلَ الَّذِي جِئْتُ فِيهِ، قَالَ: فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَدَّى عَنْكَ الَّذِي بَعَثْتَ فِي الخَشَبَةِ، فَانْصَرِفْ بِالأَلْفِ الدِّينَارِ رَاشِدًا "

__________

 

[تعليق مصطفى البغا]

2169 (2/801) -[ش (التمس) طلب. (للأجل) الزمن الذي حدده له للوفاء. (فنقرها) حفرها. (صحيفة) مكتوبا. (زجج) سوى موضع النقر وأصلحه من تزجيج الحواجب وهو حلق زوائد الشعر. (تسلفت فلانا) طلبت منه سلفا. (جهدت) بذلت وسعي. (ولجت) دخلت في البحر]

[ر 1427].

 

 
Betis Allah PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Qur'an & Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Rabu, 21 Januari 2015 09:17

Tulisan ini bukan untuk menyamakan Allah dengan MakhluqNya. Tetapi merujuk Al-Qur’an dan Al-Bukhari. Agar pembaca tahu bahwa saat Allah menyingsingkan BetisNya yang Maha Indah, merupakan peristiwa Maha Dahsat. Subhaanalooh.

 

Di hari disingsingkan untuk Betis (Maha Indah)

(Yakni Betis Allah Subhanah)

Mereka diperintah bersujud namun tak mampu

Mata mereka pucat oleh dzillah

(Hina adalah dzillah menurut kaum Arobiyu)

Padahal ketika mereka dulu dalam keadaan selamat

Diajak bersujut (justru maksiat)

(Qs Al-Qalam 42 – 43)

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ

 

Berdasarkan rujukan di atas dan Al-Hadits di bawah [1]

Saya yakin di hari itulah

Semua berusaha bersujud pada Subhanah

Tapi tidak bisa karena di dunia malas sholah

 

 


[1] صحيح البخاري (9/ 129)

7439 - حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلاَلٍ، عَنْ زَيْدٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ، قَالَ: قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ نَرَى رَبَّنَا يَوْمَ القِيَامَةِ؟ قَالَ: «هَلْ تُضَارُونَ فِي رُؤْيَةِ الشَّمْسِ وَالقَمَرِ إِذَا كَانَتْ صَحْوًا؟» ، قُلْنَا: لاَ، قَالَ: «فَإِنَّكُمْ لاَ تُضَارُونَ فِي رُؤْيَةِ رَبِّكُمْ يَوْمَئِذٍ، إِلَّا كَمَا تُضَارُونَ فِي رُؤْيَتِهِمَا» ثُمَّ قَالَ: " يُنَادِي مُنَادٍ: لِيَذْهَبْ كُلُّ قَوْمٍ إِلَى مَا كَانُوا يَعْبُدُونَ، فَيَذْهَبُ أَصْحَابُ الصَّلِيبِ مَعَ صَلِيبِهِمْ، وَأَصْحَابُ الأَوْثَانِ مَعَ أَوْثَانِهِمْ، وَأَصْحَابُ كُلِّ آلِهَةٍ مَعَ آلِهَتِهِمْ، حَتَّى يَبْقَى مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ، مِنْ بَرٍّ أَوْ فَاجِرٍ، وَغُبَّرَاتٌ مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ، ثُمَّ يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ تُعْرَضُ كَأَنَّهَا سَرَابٌ، فَيُقَالُ لِلْيَهُودِ: مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ؟ قَالُوا: كُنَّا نَعْبُدُ عُزَيْرَ ابْنَ اللَّهِ، فَيُقَالُ: كَذَبْتُمْ، لَمْ يَكُنْ لِلَّهِ صَاحِبَةٌ وَلاَ وَلَدٌ، فَمَا تُرِيدُونَ؟ قَالُوا: نُرِيدُ أَنْ تَسْقِيَنَا، فَيُقَالُ: اشْرَبُوا، فَيَتَسَاقَطُونَ فِي جَهَنَّمَ، ثُمَّ يُقَالُ لِلنَّصَارَى: مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ؟ فَيَقُولُونَ: كُنَّا نَعْبُدُ المَسِيحَ ابْنَ اللَّهِ، فَيُقَالُ: كَذَبْتُمْ، لَمْ يَكُنْ لِلَّهِ صَاحِبَةٌ، وَلاَ وَلَدٌ، فَمَا تُرِيدُونَ؟ فَيَقُولُونَ: نُرِيدُ أَنْ تَسْقِيَنَا، فَيُقَالُ: اشْرَبُوا فَيَتَسَاقَطُونَ فِي جَهَنَّمَ، حَتَّى يَبْقَى مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ مِنْ بَرٍّ أَوْ فَاجِرٍ، فَيُقَالُ لَهُمْ: مَا يَحْبِسُكُمْ وَقَدْ ذَهَبَ النَّاسُ؟ فَيَقُولُونَ: فَارَقْنَاهُمْ، وَنَحْنُ أَحْوَجُ مِنَّا إِلَيْهِ اليَوْمَ، وَإِنَّا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي: لِيَلْحَقْ كُلُّ قَوْمٍ بِمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ، وَإِنَّمَا نَنْتَظِرُ رَبَّنَا، قَالَ: فَيَأْتِيهِمُ الجَبَّارُ فِي صُورَةٍ غَيْرِ صُورَتِهِ الَّتِي رَأَوْهُ فِيهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ، فَيَقُولُ: أَنَا رَبُّكُمْ، فَيَقُولُونَ: أَنْتَ رَبُّنَا، فَلاَ يُكَلِّمُهُ إِلَّا الأَنْبِيَاءُ، فَيَقُولُ: هَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ آيَةٌ تَعْرِفُونَهُ؟ فَيَقُولُونَ: السَّاقُ، فَيَكْشِفُ عَنْ سَاقِهِ، فَيَسْجُدُ لَهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ، وَيَبْقَى مَنْ كَانَ يَسْجُدُ لِلَّهِ رِيَاءً وَسُمْعَةً، فَيَذْهَبُ كَيْمَا يَسْجُدَ، فَيَعُودُ ظَهْرُهُ طَبَقًا وَاحِدًا، ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجَسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ "، قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الجَسْرُ؟ قَالَ: " مَدْحَضَةٌ مَزِلَّةٌ، عَلَيْهِ خَطَاطِيفُ وَكَلاَلِيبُ، وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ، تَكُونُ بِنَجْدٍ، يُقَالُ لَهَا: السَّعْدَانُ، المُؤْمِنُ عَلَيْهَا كَالطَّرْفِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيحِ، وَكَأَجَاوِيدِ الخَيْلِ وَالرِّكَابِ، فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ، وَنَاجٍ مَخْدُوشٌ، وَمَكْدُوسٌ فِي نَارِ جَهَنَّمَ، حَتَّى يَمُرَّ آخِرُهُمْ يُسْحَبُ سَحْبًا، فَمَا أَنْتُمْ بِأَشَدَّ لِي مُنَاشَدَةً فِي الحَقِّ، قَدْ تَبَيَّنَ لَكُمْ مِنَ المُؤْمِنِ يَوْمَئِذٍ لِلْجَبَّارِ، وَإِذَا رَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ نَجَوْا، فِي إِخْوَانِهِمْ، يَقُولُونَ: رَبَّنَا إِخْوَانُنَا، كَانُوا يُصَلُّونَ مَعَنَا، وَيَصُومُونَ مَعَنَا، وَيَعْمَلُونَ مَعَنَا، فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: اذْهَبُوا، فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ دِينَارٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُ، وَيُحَرِّمُ اللَّهُ صُوَرَهُمْ عَلَى النَّارِ، فَيَأْتُونَهُمْ وَبَعْضُهُمْ قَدْ غَابَ فِي النَّارِ إِلَى قَدَمِهِ، وَإِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ، فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا، ثُمَّ يَعُودُونَ، فَيَقُولُ: اذْهَبُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ نِصْفِ دِينَارٍ فَأَخْرِجُوهُ، فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا، ثُمَّ يَعُودُونَ، فَيَقُولُ: اذْهَبُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُ، فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا " قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: فَإِنْ لَمْ تُصَدِّقُونِي فَاقْرَءُوا: {إِنَّ اللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا} [النساء: 40] ، " فَيَشْفَعُ النَّبِيُّونَ وَالمَلاَئِكَةُ وَالمُؤْمِنُونَ، فَيَقُولُ الجَبَّارُ: بَقِيَتْ شَفَاعَتِي، فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنَ النَّارِ، فَيُخْرِجُ أَقْوَامًا قَدْ امْتُحِشُوا، فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرٍ بِأَفْوَاهِ الجَنَّةِ، يُقَالُ لَهُ: مَاءُ الحَيَاةِ، فَيَنْبُتُونَ فِي حَافَتَيْهِ كَمَا تَنْبُتُ الحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ، قَدْ رَأَيْتُمُوهَا إِلَى جَانِبِ الصَّخْرَةِ، وَإِلَى جَانِبِ الشَّجَرَةِ، فَمَا كَانَ إِلَى الشَّمْسِ  مِنْهَا كَانَ أَخْضَرَ، وَمَا كَانَ مِنْهَا إِلَى الظِّلِّ كَانَ أَبْيَضَ، فَيَخْرُجُونَ كَأَنَّهُمُ اللُّؤْلُؤُ، فَيُجْعَلُ فِي رِقَابِهِمُ الخَوَاتِيمُ، فَيَدْخُلُونَ الجَنَّةَ، فَيَقُولُ أَهْلُ الجَنَّةِ: هَؤُلاَءِ عُتَقَاءُ الرَّحْمَنِ، أَدْخَلَهُمُ الجَنَّةَ بِغَيْرِ عَمَلٍ عَمِلُوهُ، وَلاَ خَيْرٍ قَدَّمُوهُ، فَيُقَالُ لَهُمْ: لَكُمْ مَا رَأَيْتُمْ وَمِثْلَهُ مَعَهُ "

__________

 

[تعليق مصطفى البغا]

7001 (6/2706) -[ش أخرجه مسلم في الإيمان باب معرفة طريق الرؤية رقم 183

(ما يحبسكم) ما يمنعكم من الذهاب ويقعدكم عنه. (الجبار) الله سبحانه وتعالى والجبار العالي العظيم الذي لا يقهره أحد ويقهر كل من عداه

(آية) علامة. (مدحضة) من دحضت رجله إذا زلقت ومالت. (مزلة) موضع تزلق فيه الأقدام. (خطاطيف) جمع خطاف وهو حديدة معوجة يختطف بها الشيء. وفي معناها (الكلاليب) فهي جمع كلوب وهو حديدة معطوفة الرأس يعلق عليها اللحم وقيل هي ما يتناول به الحداد الحديد من النار. (حسكة) شوكة صلبة. (مفلطحة) عريضة. (عقيفة) منعطفة معوجة وفي نسخة (عقيفاء) . (بنجد) مكان مرتفع. (مخدوش) مخموش ممزوق. (مكدوس) مصروع أو مدفوع مطرود. (بأشد) بأكثر. (مناشدة. .) مطالبة في حق ظهر لكم في الدنيا. (من المؤمن. .) من طلب المؤمنين من الله في الآخرة. (في إخوانهم) في شأن نجاة إخوانهم من النار وفي نسخة (وبقي إخوانهم) . (مثقال) وزن. (صورهم) معالم خلقتهم فلا تغيرها النار. (ذرة) مثل للقلة في الوزن وقيل غير ذلك. (امتشحوا) من المحش وهو احتراق الجلد وظهور العظم. (حميل السيل) ما يحمله ويجئ به السيل من طين ونحوه فإنه إذا جاءت فيه حبة واستقرت على شط مجرى السيل نبتت في يوم وليلة فشبه بها سرعة عود أبدانهم وأجسامهم إليهم بعد إحراق النار لها].

 

 
Akal (الْعَقْلُ) PDF Cetak E-mail
Bahasa Arab - Bahasa Arab Umum
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Selasa, 20 Januari 2015 13:26

Al-‘Aqlu al-hijru wannuhaa [1]

(الْعَقْلُ) الْحِجْرُ وَالنُّهَى

Akal yang membatasi dan mengendalikan perbuatan

Akal yang membedakan ‘binatang, manusia’

Dan syaitan

Yang bisa mengendalikan diri itu manusia

Yang tidak bisa mengendalikan itu binatang dan syaitan



[1] مختار الصحاح (ص: 215)

ع ق ل: (الْعَقْلُ) الْحِجْرُ وَالنُّهَى.

 

 
« MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Latest News

Popular


Diperkuat dengan Joomla!. Designed by: joomla themes movie stars Valid XHTML and CSS.