Jadwal Kegiatan

<< November 2014 >> 
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
       1  2
  3  4  5  6  7  8  9
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pilih Artikel

Statistik


Kunjungan hari ini:46
Kunjungan kemarin:77
Kunjungan bulan ini:1242
Kunjungan bulan lalu:1973
Kunjungan tahun ini:20039
Kunjungan total72839
Jadwal : Klik tanggal yang ditandai pada kalender JADWAL KEGIATAN di sebelah kiri
Kisah Dalam Surat Yaasiin (3) PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Qur'an & Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Jumat, 21 November 2014 17:38

Terjemahan dari Mafatihul-Ghoib

Dan Al-Kassyaf

In syaa Allah Bersambung

 

Dalam Mafatihul-Ghoib, dijelaskan, “Pembahasan awal FirmanNya ‘dari ujung kota, datang lelaki dengan bergegas’. Lelaki (rojul) di sini dibuat isim nakiroh, padahal dia di sisi Allah, jelas telah diketahui (makrifat). Karena:

1.     Sebagai pernyataan bahwa lelaki sempurna tersebut orang hebat. Karena membela kebenaran yang disampaikan oleh para Utusan. Dia bernama Habib Annajar, pekerjaannya memahat patung. Namun dia telah beriman pada Nabi Muhammad sebelum lahirnya SAW. Dia tergolong Ulama dalam bidang Kitab Allah. Melalui Kitab, dia tahu sifat-sifat dan setatus Muhammad SAW sebagai Utusan Allah.

2.     Firman ‘yas’aa - dengan bergegas’ sebagai penjelasan dan petunjuk, agar kaum iman mau memberikan nasehat dengan serius. Kami jelaskan faedah dari FirmanNya ‘min aqshol madiinah – dari ujung kota’, yakni ujung kota Anthokiah. Tiga Utusan menyampaikan Risalah hingga ujung kota. [1]

 

Al-Bagowim menjelaskan, “Habib Annajar penderita lepra ini, bergegas dari ujung kota, karena mendengar berita, ‘tiga Utusan akan dirajam dan disiksa’.” [2]

 

Dalam Al-Kassyaf, Azzamakhsyari menjelaskan, “Lelaki yang oleh Allah dijelaskan ‘datang dengan bergegas’ Habib bin Israil Annajar. Pekerjaannya memahat patung. Dia tergolong orang yang beriman pada Rasulillah SAW. Padahal jarak antara dia dengan Nabi SAW, 600 tahun. Seperti Tubak Al-Akbar, Waraqah dan lainnya, juga telah beriman pada Nabi SAW sebelum diutus. Padalah umunya orang beriman pada Nabinya, setelah diutus. ada yang berkata ‘tadinya dia sedang beribadah di dalam gua. Setelah mendengar berita tiga Utusan akan dirajam atau disiksa oleh masa, dia datang untuk menjelaskan agamanya, dan membantah kaum kafir’. Mereka membentak ‘masyak kau menyelisihi agama kami?!’. Mereka mengeroyok untuk membunuh dia.

Ada yang berkata ‘dengan kaki mereka menginjak-injak Habib Annajar. Hingga isi perut keluar dari duburnya’.

Ada yang berkata ‘dia dirajam’ dan berdoa ‘ya Allah! Bimbinglah kaumku!’. Makam dia di pasar Anthokiah. Setelah dia tewas, Allah murka hingga mereka dibinasakan melalui ‘teriakan Jibril AS’. [3]

 


[1] تفسير الرازي = مفاتيح الغيب أو التفسير الكبير (26/ 263)

الْمَسْأَلَةُ الْأُولَى: قَوْلُهُ: وَجاءَ مِنْ أَقْصَا الْمَدِينَةِ رَجُلٌ فِي تَنْكِيرِ الرَّجُلِ مَعَ أَنَّهُ كَانَ مَعْرُوفًا مَعْلُومًا عِنْدَ اللَّهِ فَائِدَتَانِ الْأُولَى: أَنْ يَكُونَ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ أَيْ رَجُلٌ كَامِلٌ فِي الرُّجُولِيَّةِ/ الثَّانِيَةُ: أَنْ يَكُونَ مُفِيدًا لِظُهُورِ الْحَقِّ مِنْ جَانِبِ الْمُرْسَلِينَ حَيْثُ آمَنَ رَجُلٌ مِنَ الرِّجَالِ لَا مَعْرِفَةَ لَهُمْ بِهِ فَلَا يقال إنهم تواطؤا، وَالرَّجُلُ هُوَ حَبِيبٌ النَّجَّارُ كَانَ يَنْحِتُ الْأَصْنَامَ وقد آمن بمحمد صلى الله عليه وآله وَسَلَّمَ قَبْلَ وُجُودِهِ حَيْثُ صَارَ مِنَ الْعُلَمَاءِ بِكِتَابِ اللَّهِ، وَرَأَى فِيهِ نَعْتَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليه وآله وَسَلَّمَ وَبَعْثَتَهُ.

[2] تفسير البغوي - طيبة (7/ 14)

فَلَمَّا بَلَغَهُ أَنَّ قَوْمَهُ قَصَدُوا قَتْلَ الرُّسُلِ جاءهم {قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ}.

[3] تفسير الزمخشري = الكشاف عن حقائق غوامض التنزيل (4/ 10)

رَجُلٌ يَسْعى هو حبيب بن إسرائيل النجار، وكان ينحت الأصنام، وهو ممن آمن برسول الله صلى الله عليه وآله وسلم، وبينهما ستمائة سنة كما آمن به تبع الأكبر وورقة بن نوفل وغيرهما، ولم يؤمن بنبي أحد إلا بعد ظهوره. وقيل: كان في غار يعبد الله، فلما بلغه خبر الرسل أتاهم وأظهر دينه وقاول الكفرة، فقالوا: أو أنت تخالف ديننا، فوثبوا عليه فقتلوه وقيل: توطئوه بأرجلهم حتى خرج قصبه من دبره. وقيل: رجموه وهو يقول: اللهم اهد قومي، وقبره في سوق أنطاكية، فلما قتل غضب الله عليهم فأهلكوا بصيحة جبريل عليه السلام.

 

 

 
Kisah Dalam Surat Yaasiin (2) PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Qur'an & Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Rabu, 19 November 2014 20:35

Terjemahan dari Ibnu Katsir

In syaa Allah Bersambung

Allah berkisah, “(Pada para Utusan), mereka berkata ‘sungguh kami mendapatkan nasib jelek karena kalian! Jika kalian serius tak mau berhenti (berdakwah)! Niscaya kami akan merajam kalian! Atau siksa pedih dari kami akan menyentuh kalian secara nyata!’.

Mereka menjawab ‘nasib jelek kalian bersama kalian. Masyak jika kalian diberi peringatan, (berakibat mendapatkan nasib jelek)? Yang benar justru kalian ini kaum melampaui batas’.

Dari ujung kota, seorang lelaki datang bergegas, untuk berkata ‘hai kaumku! Ikutilah para Utusan ini! Ikutilah orang yang tidak minta upah kalian! Mereka mendapatkan bimbingan’.”

 

Ibnu Abbas RA, Kaeb Al-Ahbar, dan Waheb bin Munabbih, berkata, “Penduduk desa tersebut akan membunuh tiga Utusan. Tiba-tiba seorang lelaki dari ujung kota datang dengan bergegas, untuk menyelamatkan mereka dari serangan masa.”

Ibnu Abbas RA, Kaeb Al-Ahbar, dan Waheb bin Munabbih, berkata, “Lelaki yang datang tersebut bernama Habib. Dia yang pekerjaannya membuat tali itu, terserang penyakit lepra. Dia ahli shodaqoh, setengah dari penghasilannya dishodaqohkan. Wawasannya cemerlang.”

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA juga berkata, “Naman tokoh utama dalam surat Yaasiin, Habib. Dia terserang penyekit lepra.”

Abu Mijlaz melengkapi, “Nama dia Habib bin Maro.”

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA melengkapi, “Naman tokoh utama dalam surat Yaasiin, Habib Annajar (tukang kayu). Dia dibunuh oleh kaumnya.”

Assuddi menambahkan, “Pekerjaan dia mencui pakaian.”

Umar bin Al-Hakam menjelaskan, “Pekerjaan dia tukang kayu.”

Qatadah berkata, “Pekerjaan dia di sana, beribadah di dalam gua.” [1]

 


[1] تفسير ابن كثير (6/ 570)

{وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ (20) اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ (21) وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (22) أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلا يُنْقِذُونِ (23) إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (24) إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ (25) } .

قَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ -فِيمَا بَلَغَهُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَكَعْبِ الْأَحْبَارِ وَوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ-: إِنَّ أَهْلَ الْقَرْيَةِ هَمّوا بِقَتْلِ رُسُلِهِمْ فَجَاءَهُمْ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَى، أَيْ: لِيَنْصُرَهُمْ مِنْ قَوْمِهِ -قَالُوا: وَهُوَ حَبِيبٌ، وَكَانَ يَعْمَلُ الْجَرِيرَ -وَهُوَ الْحِبَالُ-وَكَانَ رَجُلًا سَقِيمًا قَدْ أَسْرَعَ فِيهِ الْجُذَامُ، وَكَانَ كَثِيرَ الصَّدَقَةِ، يَتَصَدَّقُ بِنِصْفِ كَسْبِهِ، مُسْتَقِيمَ النَّظْرَةِ.)

وَقَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ عَنْ رَجُلٍ سَمَّاهُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ مِقْسَم -أَوْ: عَنْ مُجَاهِدٍ-عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: [كَانَ] اسْمُ صاحب يس حبيب، وَكَانَ الْجُذَامُ قَدْ أَسْرَعَ فِيهِ.

وَقَالَ الثَّوْرِيُّ، عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي مجْلَز: كَانَ اسْمُهُ حَبِيبَ بْنَ مَرَى.

وَقَالَ شَبِيبُ بْنُ بِشْرٍ، عَنْ عِكْرِمَة، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ [أَيْضًا] قَالَ: اسْمُ صَاحِبِ يس حَبِيبٌ النَّجَّارُ، فَقَتَلَهُ قَوْمُهُ.

وَقَالَ السُّدِّيُّ: كَانَ قَصَّارا. وَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْحَكَمِ: كَانَ إِسْكَافًا. وَقَالَ قَتَادَةُ: كَانَ يتعبد في غار هناك.

{قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ} : يَحُضُّ قَوْمَهُ عَلَى اتِّبَاعِ الرُّسُلِ الَّذِينَ أَتَوْهُمْ، {اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا} أَيْ: عَلَى إِبْلَاغِ الرِّسَالَةِ، {وَهُمْ مُهْتَدُونَ} فِيمَا يَدْعُونَكُمْ إِلَيْهِ، مِنْ عِبَادَةِ اللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ.

 

 
Hasan RA Diracun PDF Cetak E-mail
Kisah Islam - Kisah Lainnya
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Selasa, 18 November 2014 13:33

Di tahun itu (49 H), Hasan wafat, karena diracun oleh istrinya, Jadah bintul Asyats bin Qais Al-Kindi. Sebelum wafat, Hasan berpesan, “Agar dimakamkan di sisi nabi SAW. Kecuali jika dikhawatirkan timbul fitnah. Maka agar dimakamkan di pemakaman muslimiin.”

Permintaan ijin Husain tentang itu, telah dikabulkan oleh Aisyah RA. Said bin Ash sebagai penguasa Madinah, juga tidak melarang rencana tersebut. Yang menghalang-halangi rencana itu, mantan penguasa Madinah, Marwan bin Hakam, keluarga besar Umayah, dan pendukung mereka. Husain bersikeras akan memakamkan saudaranya di sisi nabi SAW.

Ada yang berkata pada Husain, “Sungguh saudara tuan almarhum, perpesan ‘jika kalian khawatir adanya fitnah, maka makamkan di pemakaman muslimiin!’. Ini jelas fitnah!.”

Husain mengurungkan rencananya. Dan membiarkan Said bin Ash menyalati jenazah saudaranya. Lalu berkata, “Kalau ini bukan Sunnah, niscaya saya tidak membiarkan kau menyalati dia.” [1]

 


[1] الكامل في التاريخ (3/ 58)

ذِكْرُ وَفَاةِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، عَلَيْهِ السَّلَامُ

فِي هَذِهِ السَّنَةِ تُوُفِّيَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، سَمَّتْهُ زَوْجَتُهُ جَعْدَةُ بِنْتُ الْأَشْعَثِ بْنِ قَيْسٍ الْكِنْدِيِّ، وَوَصَّى أَنْ يُدْفَنَ عِنْدَ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إِلَّا أَنْ تُخَافَ فِتْنَةٌ فَيُنْقَلُ إِلَى مَقَابِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَأْذَنَ الْحُسَيْنُ عَائِشَةَ فَأَذِنَتْ لَهُ، فَلَمَّا تُوُفِّيَ أَرَادُوا دَفْنَهُ عِنْدَ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، فَلَمْ يَعْرِضْ إِلَيْهِمْ سَعِيدُ بْنُ الْعَاصِ، وَهُوَ الْأَمِيرُ، فَقَامَ مَرْوَانُ بْنُ الْحَكَمِ وَجَمَعَ بَنِي أُمَيَّةَ وَشِيعَتَهُمْ وَمَنَعَ عَنْ ذَلِكَ، فَأَرَادَ الْحُسَيْنُ الِامْتِنَاعَ فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ أَخَاكَ قَالَ: إِذَا خِفْتُمُ الْفِتْنَةَ فَفِي مَقَابِرِ الْمُسْلِمِينَ، وَهَذِهِ فِتْنَةٌ. فَسَكَتَ، وَصَلَّى عَلَيْهِ سَعِيدُ بْنُ الْعَاصِ، فَقَالَ لَهُ الْحُسَيْنُ: لَوْلَا أَنَّهُ سُنَّةٌ لَمَا تَرَكْتُكَ تُصَلِّي عَلَيْهِ.

 

 
Arti Tuzhaa PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Kamis, 13 November 2014 13:47

Tuzha sering diartikan dikodar matang. Tapi ada lafal Tuzha yang diartikan sombong, atau kemayu (bahasa Jawa). Contoh penggunaan lafal ini, bisa diambil di Bukhari, yang arti selain isnadnya:

Aiman berkata, “Saya pernah masuk rumah Aisyah RA. Saat itu busana yang beliau pakai Diru Qithr, yakni busana yang tergolong murah, senilai lima dirham. Dirham ialah uang dari perak. Beliau RA berkata ‘lihatlah pelayan saya! Amatilah! Dia tuzha (تُزْهَى), yakni sombong. Tidak mau memakai pakain ini di dalam rumah. Padahal di zaman Rasulillah SAW, saya punya baju seperti ini, bermanfaat untuk orang banyak. Di Madinah, tak seorangpun wanita yang dirias menjadi pengantin, kecuali pasti mengutus orang untuk meminjam pakaian ini pada saya.” [1]



[1] صحيح البخاري (3/ 165)

2628 - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَاحِدِ بْنُ أَيْمَنَ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، وَعَلَيْهَا دِرْعُ قِطْرٍ، ثَمَنُ خَمْسَةِ دَرَاهِمَ، فَقَالَتْ: «ارْفَعْ بَصَرَكَ إِلَى جَارِيَتِي انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهَا تُزْهَى أَنْ تَلْبَسَهُ فِي البَيْتِ، وَقَدْ كَانَ لِي مِنْهُنَّ دِرْعٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمَا كَانَتِ امْرَأَةٌ تُقَيَّنُ بِالْمَدِينَةِ إِلَّا أَرْسَلَتْ إِلَيَّ تَسْتَعِيرُهُ»

 

__________

 

[تعليق مصطفى البغا]

2485 (2/926) -[ش (أبي) هو أيمن الحبشي المخزومي المكي. (درع) قميص المرأة. (قطر) نوع من غليظ الثياب القطنية فيه بعض الخشونة وفي نسخة (درع قطن) . (تزهى) تأنف وتتكبر. (تقين) تتزين لزفافها].

 

 
Al-Ikhlash (Qul Huw) PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Qur'an & Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Kamis, 13 November 2014 09:03

Seorang mendengar rojul berkali-kali membaca, “Qul Huwalloohu Ahad.” Setelah subuh, dia datang untuk melaporkan pada Nabi SAW. Dari nada bicaranya, sepertinya dia meremehkan ‘Bacaan Surat’ yang diulang-ulang tersebut. Ternyata Nabi SAW bersabda, “Demi Zat yang diriku di TanganNya, sungguh Surat tersebut sebanding sepertiga Al-Qur’an.” [1]

Ibnu Saed, Ibnu Dhoris, dan Abu Yala, mengeluarkan Hadits dari Anas RA:

“Dulu Nabi SAW pernah pergi ke Syam. Tiba-tiba Jibril AS turun untuk berkata ‘ya Muhammad! Sungguh Muawiyah bin Muawiyah Al-Muzani wafat. Kau pasti mau menyolati dia dengan senang?’.

Nabi bersabda ‘tentu!’.

(Setelah menggendong Nabi SAW), Jibril AS mengibaskan sayap kearah bumi. Tahu-tahu Jibril AS terbang tinggi, hingga segala sesuatu tampak mengecil dan seperti menempel bumi. Di atas, Jibril AS meletakkan singgasana, agar dipergunakan shalat ghoib oleh Nabi SAW.

Nabi bertanya ‘apa sebabnya Muawiyah mendapatkan keutamaan sehebat ini? Yang menyalati jenasahnya barisan 600.000 malaikat. Di belakangnya juga berjumlah sekian itu’.

Jibril AS menjawab ‘karena sering membaca Qul Huwalloohu Ahad. Dengan berdiri, duduk, bepergian dan tiduran, dia membaca terus Surat tersebut’.”

Di dalam Addalail, Al-Baihaqi juga mengeluarkan Hadits ini. [2]



[1] سنن أبي داود (2/ 72)

1461 - حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا، فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرَ لَهُ، وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ»

__________

 

[حكم الألباني] : صحيح.

[2] الدر المنثور في التفسير بالمأثور (8/ 672)

وَأخرج ابْن سعد وَابْن الضريس وَأَبُو يعلى وَالْبَيْهَقِيّ فِي الدَّلَائِل عَن أنس رَضِي الله عَنهُ قَالَ: كَانَ النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم بِالشَّام فهبط عَلَيْهِ جِبْرِيل فَقَالَ: يَا مُحَمَّد إِن مُعَاوِيَة بن مُعَاوِيَة الْمُزنِيّ هلك أفتحب أَن تصلي عَلَيْهِ قَالَ: نعم فَضرب بجناحه الأَرْض فتضعضع لَهُ كل شَيْء وَلَزِقَ بِالْأَرْضِ وَرفع لَهُ سَرِيره فصلى عَلَيْهِ فَقَالَ النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من أَي شَيْء أَتَى مُعَاوِيَة هَذَا الْفضل صلى عَلَيْهِ صفان من الْمَلَائِكَة فِي كل صف سِتّمائَة ألف ملك قَالَ: بِقِرَاءَة {قل هُوَ الله أحد} كَانَ يقْرؤهَا قَائِما وَقَاعِدا وجالساً وذاهباً ونائماً

 

 

 

 
« MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Latest News

Popular


Diperkuat dengan Joomla!. Designed by: joomla themes movie stars Valid XHTML and CSS.