Jadwal Kegiatan

<< Oktober 2014 >> 
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
    1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pilih Artikel

Statistik


Kunjungan hari ini:40
Kunjungan kemarin:69
Kunjungan bulan ini:1947
Kunjungan bulan lalu:1903
Kunjungan tahun ini:18771
Kunjungan total71571
Jadwal : Klik tanggal yang ditandai pada kalender JADWAL KEGIATAN di sebelah kiri
Memelihara Shalat dan Berbuat Baik PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Qur'an
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Selasa, 21 Oktober 2014 12:31

Kajian Bersambung

Surat Al-Baqarah 238 – 240

 

{حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ () فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ () وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِي مَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوفٍ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ()} [البقرة: 238 - 240].

 

Artinya:

Jagalah atas shalat-shalat! Dan shalat yang lebih tengah! Dan berdirilah untuk Allah dengan tunduk! (238).

Ibnu Masud RA bertanya pada Rasulullah SAW, “Mana amalan yang lebih utama?. Rasul bersabda ‘shalat tepat waktunya’. Lalu beranya ‘lalu mana?’. Rasul bersabda ‘lalu berjihad di Jalan Allah’. Lalu bertanya ‘lalu mana?’. Rasul bersabda ‘berbuat baik pada dua orang tua’. Lalu berkata ‘Hadits ini dari Rasulillah SAW. Kalau dulu saya minta tambahan, niscaya beliau SAW telah menambahi saya’.” [1]

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat asar, maka sungguh amalannya telah lebur. (مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ العَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ).” [2]

 

Namun jika kalian (khouf) khawatir, maka (shalat) dengan berjalan kaki, atau berkendaraan. Jika kalian telah aman, maka menyebutlah Allah! Sebagaimana Dia telah mengajar kalian yang tidak kalian ketahui. (239).

 

Dan orang-orang dari kalian yang diwafatkan, meninggalkan beberapa istri, wasiat perkakas untuk istri-istri mereka, hingga setahun, tidak boleh mengusir (istri). Jika mereka (istri) keluar, maka mengenai yang mereka lakukan berupa kebaikan untuk diri mereka, tidak dosa atas kalian. Allah Maha Mulia Maha Bujak. (240).

 


[1] تفسير ابن كثير (1/ 645)

 عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: "الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا". قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: "الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ". قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: "بِرُّ الْوَالِدَيْنِ". قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَوِ استزدتُه لَزَادَنِي.

[2] صحيح البخاري (1/ 115)

553 - حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي المَلِيحِ، قَالَ: كُنَّا مَعَ بُرَيْدَةَ فِي غَزْوَةٍ فِي يَوْمٍ ذِي غَيْمٍ، فَقَالَ: بَكِّرُوا بِصَلاَةِ العَصْرِ، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ العَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ»

__________

 

[رقم الحديث في طبعة البغا]

528 (1/203).

 

 
Gerhana Bulan PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Rabu, 08 Oktober 2014 13:07

Sepertinya nanti malam akan gerhana bulan. Jika betul, kita disunnahkan Shalat Gerhana. Menurut Asma binti Abi Bakr RA, “Sungguh nabi SAW pernah shalat gerhana. Praktiknya:

1.     Berdiri (sambil takbirotul ihrom dan membaca Al-Fatihah lalu Surat dari Al-Qur’an) hingga lama. Lalu rukuk dalam waktu lama. Lalu mengangkat kepala (sambil membaca ‘samia Alloohu liman hamidah’) dan (membaca Al-Fatihah lalu Surat dari Al-Qur’an) dengan berdiri, dalam waktu lama. Lalu rukuk dalam waktu lama. Lalu sujud dalam waktu lama. Lalu mengangkat kepala untuk duduk. Lalu sujud dalam waktu lama.

2.     Lalu berdiri (untuk membaca Al-Fatihah lalu Surat dari Al-Qur’an) dalam waktu lama. Lalu rukuk dalam waktu lama. Lalu mengangkat kepala (sambil membaca ‘samia Alloohu liman hamidah’) dan (membaca Al-Fatihah lalu Surat dari Al-Qur’an) dengan berdiri, dalam waktu lama. Lalu rukuk dalam waktu lama. Lalu sujud dalam waktu lama. Lalu mengangkat kepala untuk duduk. Lalu sujud dalam waktu lama. Lalu (duduk untuk Attahiyat dan) berpaling (membaca salam).

Lalu bersabda, ‘Dilihat dari arah saya, sungguh surga telah mendekat’. Hingga (karena dekatnya) kalau saya berhasil memasuki, niscaya telah membawakan petikan buah-buahannya pada kalian. Dilihat dari arah saya, api neraka juga telah mendekat. Hingga saya berdoa ‘ai Robbi! Hamba di petengahan mereka! Ternyata di dalamnya ada wanita yang dicakar oleh kucing. Saya bertanya ‘kenapa demikian?’.

Mereka berkata ‘dulu kucing itu ditahan hingga mati kelaparan. Dia tidak mau memberi makan, dan tidak mau melepaskan agar makan sampahnya bumi’.” [1]

 


[1] صحيح البخاري (1/ 149)

745 - حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا نَافِعُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ: حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى صَلاَةَ الكُسُوفِ، فَقَامَ فَأَطَالَ القِيَامَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ قَامَ فَأَطَالَ القِيَامَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ رَفَعَ، ثُمَّ سَجَدَ، فَأَطَالَ السُّجُودَ، ثُمَّ رَفَعَ، ثُمَّ سَجَدَ، فَأَطَالَ السُّجُودَ، ثُمَّ قَامَ، فَأَطَالَ القِيَامَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ رَفَعَ فَأَطَالَ القِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ، فَأَطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ رَفَعَ، فَسَجَدَ، فَأَطَالَ السُّجُودَ، ثُمَّ رَفَعَ، ثُمَّ سَجَدَ، فَأَطَالَ السُّجُودَ، ثُمَّ انْصَرَفَ، فَقَالَ: " قَدْ دَنَتْ مِنِّي الجَنَّةُ، حَتَّى لَوِ اجْتَرَأْتُ عَلَيْهَا، لَجِئْتُكُمْ بِقِطَافٍ مِنْ قِطَافِهَا، وَدَنَتْ مِنِّي النَّارُ حَتَّى قُلْتُ: أَيْ رَبِّ، وَأَنَا مَعَهُمْ؟ فَإِذَا امْرَأَةٌ - حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ - تَخْدِشُهَا هِرَّةٌ، قُلْتُ: مَا شَأْنُ هَذِهِ؟ قَالُوا: حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا، لاَ أَطْعَمَتْهَا [ص:150]، وَلاَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ - قَالَ نَافِعٌ: حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ: مِنْ خَشِيشِ - أَوْ خَشَاشِ الأَرْضِ "

__________

 

[تعليق مصطفى البغا]

712 (1/260) -[ش (دنت) قربت. (اجترأت) من الجراءة وهي الجسارة. (بقطاف) عنقود. (تخدشها) تقشر جلدها. (خشاش) حشرات وهوام الأرض]

[ر 2235، وانظر 86].

 

 
Allah Berfikir PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Selasa, 07 Oktober 2014 18:49

Allah Subhanah juga berfikir, Bat

Tapi Maha Cepat

Dan berfirman, “Barangsiapa memusui KekasihKu

Maka Aku mengumumkan Perang padanya

Belum pernah HambaKu mendekat Aku

Dengan amalan yang lebih menyenangkan

Daripada mengamalkan yang telah Aku wajibkan

Tak henti-henti HambaKu mendekati Saya

Dengan amalan sunnah hingga

Aku cinta dia

Jika Aku telah cinta dia

Aku Pendengaran yang dia gunakan mendengar

Mata yang dia gunakan melihat

Tangan yang dia gunakan memegang

Dan Kaki yang dia gunakan berjalan

Jika dia minta; sungguh Aku memberi

Jika minta perlindungan; Aku benar-benar melindungi dia

Aku belum bernah berfikir serius

Seperti Aku memikirkan ruh orang iman

Dia takut mati; Aku benci dia menderita.” [1]

 


[1] صحيح البخاري (8/ 105)

6502 - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ المُؤْمِنِ، يَكْرَهُ المَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ "

__________

 

[تعليق مصطفى البغا]

6137 (5/2384) -[ش (وليا) هو العالم بدين الله تعالى المواظب على طاعته المخلص في عبادته. (آذنته بالحرب) أعلمته بالهلاك والنكال. (مما افترضت عليه) من الفروض العينية وفروض الكفاية. (كنت سمعه. .) أحفظه كما يحفظ العبد جوارحه من التلف والهلاك وأوفقه لما فيه خيره وصلاحه وأعينه في المواقف وأنصره في الشدائد. (استعاذني) استجار بي مما يخاف

(ما ترددت) كناية عن اللطف والشفقة وعدم الإسراع بقبض روحه

(مساءته) إساءته بفعل ما يكره].

 

 
Terjemahan Salah PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Qur'an
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Sabtu, 04 Oktober 2014 13:58

Terus terang saya nggak mau mengajarkan kesalahan, yakni membacakan, “Terjemahan Salah” di depan publik. Memang tidak semua terjemahan yang disodorkan untuk saya baca, salah. Tapi ada yang salah, dan ini harus dibenarkan:

{وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [الأعراف: 96].

Dan seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, maka Kami akan bukakan kepada mereka barokah kemakmuran dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan, maka Aku siksa sebab apa yang telah mereka lakukan.

 

Letak kesalahannya:

1.     Ahlul-Quroo (أَهْلَ الْقُرَى) diartikan, “Penduduk suatu negeri. Yang benar ‘penduduk negeri-negeri itu’. Karena ‘al-quroo (الْقُرَى)’ adalah jamak, bukan tunggal. Dan ‘al’nya ahdiyyah, untuk menyatakan ‘itu’, atau ‘tersebut’. Dalam bahasa English ‘the’.”

2.     Lafatahnaa (لَفَتَحْنَا) diartikan, “Maka Kami akan bukakan. Yang benar ‘maka Kami telah bukakan’. Karena Lafatahnaa adalah fiil madhi (katakerja lampau).

 

Perhatikan! Agar bisa memahami Firman tersebut dengan benar:

1.     Bacalah mulai ayat 59 dari surat Al-Arof ini. Di sana dikisahkan oleh Allah, tentang Nuh AS dan kaumnya. Hingga akhirnya Allah menyiksa mereka. “{وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا} [الأعراف: 64]. ‘Dan Kami telah menyiksa kaum yang telah mendustakan Ayat-Ayat Kami’.”

2.     Lalu Allah berkisah tentang ‘Kaum Ad dan Nabi Mereka’ Hud AS (ayat 65). Akhirnya Allah menyiksa mereka. “{وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا} [الأعراف: 72]. ‘Dan Kami telah memutus pangkal kaum yang telah mendustakan Ayat-Ayat Kami’.”

3.     Lalu Allah berkisah kaum Tsamud dan nabi mereka, Shalih AS (Ayat 73). Akhirnya Allah berkisah, ‘”Mereka Tertimpa Gempa. ‘{ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ} [الأعراف: 78]’.”

4.     Lalu Allah berkisah tentang Luth AS dan Kaumnya (Ayat 80). Akhirnya Allah menyiksa mereka. {وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا } [الأعراف: 84]. Dan Kami menghujankan hujan (siksaan) atas mereka.

5.     Lalu Allah berkisah tentang Syuaib AS dan kaumnya (Ayat 85). Akhirnya, “Mereka tertimpa gempa. ‘{فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ} [الأعراف: 91]’.”

Agar keterangan di atas lengkap, maka Allah berfirman:

{وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ  ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّى عَفَوْا وَقَالُوا قَدْ مَسَّ آبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }]. Dan seterusnya.

Artinya:

Kami belum pernah mengutus seorang nabi pada suatu desa, kecuali pasti Kami timpakan bahaya dan madhorrot, pada penghuninya. Agar mereka merendah. Lalu nasib jelek Kami rubah menjadi baik. Hingga ketika telah berkembang (makmur), mereka berkata, “Sungguh dulu, ayah-ayah kita telah tertimpa madhorrot dan kesenangan.”

Maka mereka Kami tindak mendadak. Sedangkan mereka tidak sadar.

Sungguh kalau penduduk desa-desa tersebut, telah beriman dan bertaqwa, niscaya Kami telah membukakan barokah-barokah dari langit dan bumi, untuk mereka. Tetapi mereka telah mendustakan. Maka mereka Kami tindak karena yang telah mereka lakukan.

Mulai Ayat 59 hingga Ayat 96 dan seterusnya, adalah penjelasan mengenai, “Kaum yang Telah Lampau.” Memang boleh dibaca sebagai dalil agar kaum zaman sekarang beriman dan bertaqwa. Tetapi mengenai makna atau tejemahan, harus tepat, sesuai kaidah bahasa. Agar lebih jelas, silahkan baca http://mulya-abadi.blogspot.com/2013/11/lau-anna.html. Atau http://mulya-abadi.blogspot.com/2011/05/arti-lau-anna.html

 
Tatakerama Istri PDF Cetak E-mail
Kajian Agama - Kajian Hadits
Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam (merupakan salah satu ulama LDII dan Penulis Misteri Bilangan 7)   
Jumat, 03 Oktober 2014 07:41

Dari Rasulillah SAW, “Tidak halal bagi wanita yang beriman pada Allah dan hari Akhir:

1.     Memberi ‘ijin masuk rumah’ (pada orang) yang dibenci oleh suami.

2.     Keluar (rumah) dalam keadaan dibenci oleh suami.

3.     Mentaati seorang (menyusahkan suami).

4.     Membuat dada suami menebal (benci).

5.     Memisahi tempat tidur (suami).

6.     Memukul (suami).

7.     Jika suami menganiaya, hendaklah didatangi untuk dibuat ridho. Jika suami ridho ya sudah, berarti wanita tersebut beruntung. Berarti Allah memaklumi dia. Berarti Allah membuat hujjahnya menguntungkan. Suami tidak berdosa. Jika suami tidak ridho padanya, wanita tersebut telah menyampaikan alasan yang benar pada Allah.”

 

Isnad Hadits ini shohih, namun tidak dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim. Dalam Ta’liq dari Takhlish Adzzahabi, dijelaskan, “Bahkan yang benar, Hadits ini Munkar dan Isnadnya Munqathik.”  [1]

 


[1] المستدرك على الصحيحين للحاكم (2/ 206)

2770 - حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، وَأَبُو عَبْدِ اللَّهِ عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَكيِمِيُّ قَالَا: ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، ثنا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ الزَّهْرَانِيُّ، ثنا شُعَيْبُ بْنُ رُزَيْقٍ الطَّائِفِيُّ، ثنا عَطَاءٌ الْخُرَاسَانِيُّ، عَنْ مَالِكِ بْنِ يَخَامِرَ السَّكْسَكِيِّ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، أَنْ تَأْذَنَ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَهُوَ كَارِهٌ، وَلَا تَخْرُجَ وَهُوَ كَارِهٌ، وَلَا تُطِيعَ فِيهِ أَحَدًا، وَلَا تَخْشَنَ بِصَدْرِهِ، وَلَا تَعْتَزِلَ فِرَاشَهُ، وَلَا تَضْرِبَهُ، فَإِنْ كَانَ هُوَ أَظْلَمَ، فَلْتَأْتِهِ حَتَّى تُرْضِيَهُ، فَإِنْ كَانَ هُوَ قَبِلَ، فَبِهَا وَنِعْمَتْ، وَقَبِلَ اللَّهُ عُذْرَهَا، وَأَفْلَحَ حُجَّتَهَا، وَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ، وَإِنْ هُوَ أَبِي بِرِضَاهَا عَنْهَا، فَقَدْ أَبَلَغَتْ عِنْدَ اللَّهِ عُذْرَهَا» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ "

[التعليق - من تلخيص الذهبي] 2770 - بل منكر وإسناده منقطع.

 

 
« MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Latest News

Popular


Diperkuat dengan Joomla!. Designed by: joomla themes movie stars Valid XHTML and CSS.