Pilih Artikel
Sponsor
Statistik
| Kunjungan hari ini: | 14 |
| Kunjungan kemarin: | 43 |
| Kunjungan bulan ini: | 1011 |
| Kunjungan bulan lalu: | 1574 |
| Kunjungan tahun ini: | 8169 |
| Kunjungan total | 11886 |
Artikel Terakhir
| KW 188: Raja Filasthin dan Pasukannya Kabur |
|
|
|
| Kisah Islam - Kholid Bin Walid |
| Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam |
| Selasa, 14 Februari 2012 06:46 |
|
(Bagian ke-188 dari seri tulisan Khalid bin Walid)
Tewasnya Bathriq Qidamun membuat Filasthin dan pasukannya terkejut dan lemas, karena kehilang ahli perang andalan mereka. Hujan lebat mengguyur bumi; dua kubu menarik pasukan mereka masing-masing untuk berteduh. Arak-arakan 80.000 pasukan Filasthin memacu kuda secepat-cepatnya menuju Jabiyah untuk berteduh. Termasuk yang perasaannya paling kacau dan ketakutan adalah Filasthin raja mereka. Filasthin menganjurkan, “Sebaiknya kita kembali ke kerajaan. Kalian tahu sendiri pasukan kita di Yarmuk dan di Anthakiyah jauh lebih banyak daripada pasukan ini. Ternyata disapu oleh pasukan Arab hingga kebanyakan mereka tewas. Ayah kabur menuju Qusthanthiniyah (القسطنطينية/Costantinople) hingga kaum Arab menguasai seluruh negri Syam, yang tersisa hanya kota ini. Saya takut jika mereka mengalahkan kita lalu merebut negri ini. Lebih baik kita pergi daripada harus berperang dengan kaum Arab.” Pasukan Filasthin semua setuju. Di malam yang mendebarkan itu arak-arakan 80.000 pasukan berkuda menembus hujan lebat meninggalkan negri Jabiyah. Empat hari hujan lebat itu baru berhenti. Di pagi yang indah itu mentari bersinar terang benderang menghangati bumi. Burung-burung di hutan berkicau bersaut-sautan seakan-akan mengucapkan syukur dan bertasbih pada penguasa alam semesta. Amer menulis surat untuk Abu Ubaidah bin Al-Jarrach: بسم الله الرحمن الرحيم Dari amer bin Al-Ash untuk panglima pasukan Muslimiin, Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrach. سلام عليك ورحمة الله وبركاته Amma bakd: Wahai sahabat Rasulillah SAW sungguh Filasthin putra Hiraqla telah mengerahkan 80.000 pasukan berkuda untuk menyerang kami. Kami bertemu mereka di daerah Nakhl (نخل). Syurachbil berkelahi melawan tokoh besar mereka bernama Qidamun putra bibi Hiraqla. Syurachbil telah ditindih untuk disembelih oleh Qidamun, namun Thalchah datang untuk menyerang Qidamun. Qidamun bergerak cepat untuk menghindari serangan Thalchah; Syurachbil meloloskan diri dan bergerak cepat sekali menebaskan pedangnya hingga leher Qidamun putus dan kepalanya terlempar. Kini Thalchah saya perintah mengantar surat pada Umar RA. Dan semua pasukan Filasthin telah kabur jauh pulang ke kerajaan. Kini saya menunggu jawaban kau. والسلام عليك وعلى من معك من المسلمين ورحمة الله وبركاته
Yang diperintah mengantar surat pada Abu Ubaidah, Jabir bin Said Al-Chadhrami. Jabir memacu kuda secepat-cepatnya menyusuri jalan panjang dan berliku.
Rujukan: http://mulya-abadi.blogspot.com/2012/02/kw-188-raja-filasthin-dan-pasukannya.html |



