Pilih Artikel
Sponsor
Statistik
| Kunjungan hari ini: | 17 |
| Kunjungan kemarin: | 43 |
| Kunjungan bulan ini: | 1014 |
| Kunjungan bulan lalu: | 1574 |
| Kunjungan tahun ini: | 8172 |
| Kunjungan total | 11889 |
Artikel Terakhir
| BM 2: Bedah Muslim |
|
|
|
| Kajian Agama - Kajian Hadits |
| Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam |
| Selasa, 03 Januari 2012 01:03 |
|
Allah segala-galanya
Sebagian ulama menjelaskan, “Allah,” artinya Tuhan segala yang dipertuhankan. Dialah yang mencipta segala-galanya dengan Ilmu dan KekuasaanNya. Dan yang memberi rizqi semua makhluqNya hingga ajal kematian mereka. Nabi SAW pernah menunggu lama pada Jibril AS yang berjanji akan datang. Setelah beliau SAW mengeluarkan anak anjing dari kolong dipan Chasan atau Chuain AS, tiba-tiba Jibril AS muncul dengan mengejutkan. Tahu-tahu bibir Jibril AS telah berada di dekat telinga nabi SAW untuk membisikkan, “Lan tamuta nafsun chatta yustakmala rizquhaa, fa ajmilu fitthalab,” yang artinya ‘seorang jiwa takkan mati hingga rizqinya diberikan seluruhnya, maka di dalam mencari rizqi berusahalah dengan cara yang baik’.
Muslim meriwayatkan: صحيح مسلم - (ج 12 / ص 455) 4674 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بَهْرَامَ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ الدِّمَشْقِيَّ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا رَوَى عَنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ قَالَ سَعِيدٌ كَانَ أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ إِذَا حَدَّثَ بِهَذَا الْحَدِيثِ جَثَا عَلَى رُكْبَتَيْهِ Arti (selain isnad)nya: (Ajaran) nabi SAW dari Allah Tabaraka wa Taala, “Ya hamba-hambaKu, sungguh Aku telah mengharamkan atas diriKu melakukan penganiayaan. Aku juga telah mengharamkan penganiayaan antar kalian, maka jangan saling menganiaya! Ya hamba-hambaKu! Kalian semua sesat kecuali yang telah Kuberi petunjuk, maka mintalah petunjuk padaKu, kalian akan Kuberi petunjuk. Ya hamba-hambaKu kalian semua kelaparan kecuali yang telah Kuberi makan, maka mintalah makan padaKu, kalian akan Kuberi makan. Ya hamba-hambaKu kalian semua telanjang kecuali yang telah Kuberi busana, maka mintalah busana padaKu, kalian akan Kuberi busana. Ya hamba-hambaKu kalian melakukan kesalahan di waktu malam dan siang, sedangkan Aku akan mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun padaKu! Kalian akan Kuampuni. Ya hamba-hambaKu! Sungguh kalian takkan sampai (membuat) madharrat padaKu untuk memadharratkanKu, dan takkan sampai (membuat) manfaat padaKu untuk memberi manfaat padaKu. Ya hamba-hambaKu! Sungguh kalau awal kalian, akhir kalian, bangsa manusia kalian, bangsa jin kalian, telah melakukan ketakwaan lebih taqwanya hati lelaki dari kalian, maka demikian itu tidak menambahi kerajaanKu sedikitpun. Ya hamba-hambaKu! Sungguh kalau awal kalian, akhir kalian, bangsa manusia kalian, bangsa jin kalian, telah melakukan kedurhakaan lebih durhakanya hati seorang lelaki kalian, maka demikian itu tak mengurangi kerajaanKu sedikitpun. Ya hamba-hambKu! Sungguh kalau awal kalian, akhir kalian, bangsa manusia kalian, bangsa jin kalian, berdiri di suatu tanah lapang untuk memohon padKu, lalu semua insan Kukabulkan permohonan mereka, maka demikian itu tak mengurangi sedikitpun dari yang di sisiKu, kecuali hanya seperti menguranginya jarum (pada air) ketika dimasukkan ke laut. Ya hamba-hambaKu sesungguhnya yang kalian alami adalah hasil dari amalan kalian sendiri yang Kuperhitungkan untuk kalian, selanjutnya amalan kalian itu Kubalaskan sungguh pada kalian. Maka barang siapa menjumpai kebaikan hendaklah memuji Allah, barang siapa menjumpai selain itu maka jangan mencaci sungguh kecuali pada dirinya.” Said berkata, “Dulu jika Abu Idris Al-Khaulani (أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ) menceritakan ini Hadits maka bersimpuh atas dua lututnya.”
Hikmah dari Hadits ini: 1). Yang menentukan nasib kita semuanya adalah Allah Taala. 1). Kita menyembah Allah bukannya Allah mendapatkan manfaat atau keberuntungan. 3). Menetang Allah takkan merugikan Allah. 4). Kalau ingin sehat dan selamat maka berdoa dan istighfarlah pada Allah atas dosa yang telah kita lakukan pada malam dan siang hari. 5). Allah sangat bisa membuat semua manusia kaya-raya. |



