Pilih Artikel
Sponsor
Statistik
| Kunjungan hari ini: | 17 |
| Kunjungan kemarin: | 43 |
| Kunjungan bulan ini: | 1014 |
| Kunjungan bulan lalu: | 1574 |
| Kunjungan tahun ini: | 8172 |
| Kunjungan total | 11889 |
Artikel Terakhir
| Asal Kita Sederhana |
|
|
|
| Kajian Agama - Kajian Qur'an & Hadits |
| Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam |
| Senin, 20 Februari 2012 23:39 |
|
Ditinjau dari asalnya, hidup adalah anugrah. Segala sesuatu berasal dari kecil, termasuk manusia. Ketika nuthfah (sperma) kecil membuahi sel telor (ovum) yang kecil, maka Allah memproses dengan kecepatan Maha Luar biasa hingga menjadi janin. Hanya dalam waktu 6 hingga 9 bulan 10 hari atau lebih nuthfah (sperma) itu menjadi besar (bayi) yang siap dilahirkan. Bukti bahwa semua itu terjadi karena anugrah: “Di zaman modern ini nuthfah (sperma) belum dan takkan bisa diproses oleh manusia agar menjadi bayi yang sesuai dengan kehendak mereka.” Dalam proses menjadi bayi ada waktu yang disebut spesialisasi, karena beberapa titik sel berubah menjadi sempurna. Saat itu ada yang lalu menjadi kaki, usus, tangan, mata, kepala, dan lain sebagainya. Kalau manusia bisa mengambil alih kekuasaan dalam memproses nuthfah (sperma), niscaya akan ditemukan cara agar wanita hamil hanya satu jam saja. Atau agar ketampanan atau kecantikan bayinya nantinya sempurna. Atau niscaya akan ditemukan cara mempersiapkan bayi-bayi yang nantinya menjadi orang-orang hebat. Yang terjadi di lapangan adalah sesuai dengan Firman Tuhan yang artinya: “Hakikinya urusan Dia ketika menghendaki sesuatu hanyalah berfirman ‘jadi!’ maka menjadi. Maka Maha Suci zat yang di TanganNya kekuasaan segala sesuatu. Dan kalian akan dikembalikan padaNya.” [Qs Yasin 82-83]. Dalam kenyataan ada suami istri yang dokter senior, ternyatanya bayi mereka kepalanya besar sekali, tidak seperti ayah ibunya yang tampan dan cantik. Ada lagi dokter senior tampan yang anak gadisnya idiot. Bahkan dulu di zaman Musa AS pernah ada sepasang suami istri yang putra mereka berjumlah sepuluh cacat semuanya. Ada yang buta, ada yang lumpuh, ada yang bisu, ada yang tuli, ada yang terserang penyakit panas seumur hidupnya, ada yang terserang lepra, ada yang satu testisnya sangat besar, ada yang gila, ada yang buta sebelah, ada yang pincang. Maksud penulis sederhana: “Mengenai proses nuthfah (sperma) menjadi bayi hingga kematiannya, bahkan apa saja yang terjadi di bumi ini adalah bukti nyata bahwa Allah lah yang mengkodar segala-galanya. Dan kita hidup dengan keadaan apapun adalah anugrah dari yang Maha Murah. Oleh karena itu bersyukurlah dan menyembahlah pada Allah yang telah menghidupkan dan akan mematikan pada kita semuanya.” Rujukan: http://mulya-abadi.blogspot.com/2012/02/asal-kita-sederhana.html |



